Thursday, April 24, 2008

Refleksi Abeth X-1/5


refleksi

Setelah mengenal lebih jauh seorang pedagang kue pisang bernama mbah Menu yang begitu tabah menghadapi keterbatasan ekonomi, saya jadi bisa mensyukuri kehidupan yang telah diberikan Tuhan kepada saya. Saya jadi menyadari bahwa untuk mendapatkan uang membutuhkan usaha yang tidak mudah. Butuh suatu usaha dan jerih payah yang harus dikorbankan.

Kehidupan yang kita alami sekarang tidak melulu akan menjadi seperti ini. Roda akan terus berputar, ada kalanya kita hidup enak serba kecukupan, ada kalanya akan mendapat suatu kesulitan dan cobaan seperti yang dialami oleh mbah Menu. Semuanya merupakan misteri dari Tuhan. Maka, kita harus terus berserah dan bersyukur kepada Tuhan atas pemberianNya.

Saya jadi menyesal selama ini telah menggunakan pemberian Tuhan tidak dengan sebaik-baiknya. Saya sering meminta dan menggunakan uang untuk keperluan yang tidak terlalu penting, padahal tidak mudah bagi orang tua untuk mendapatkannya. Saya menyadari bahwa mendapatkan uang dibutuhkan jerih payah. Untuk itu sekarang saya perlu menentukan skala prioritas kebutuhan dan berhemat serta tidak dengan mudah meminta uang dari orang tua untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting. Selain itu, saya sekarang harus lebih menghargai dan mensyukuri apa yang telah Ia berikan. Bukannya melulu meminta dan bersungut-sungut saat ada permintaan yang tidak dikabulkan, dan tidak akan cepat mengeluh ketika mendapat kesulitan.

No comments: